Search

Tuesday, April 7, 2026

“Kekuatan Pikiran Bawah Sadar” karya Joseph Murphy



Pendahuluan: Menelaah Kembali Warisan Murphy

Enam puluh tahun yang lalu, Joseph Murphy menggemparkan dunia pengembangan diri dengan bukunya "The Power of Your Subconscious Mind". Pesannya sederhana namun revolusioner: pikiran bawah sadar Anda – bagian tersembunyi dari jiwa Anda yang jarang Anda pikirkan – mengendalikan hidup Anda, suka atau tidak suka. Murphy berpendapat bahwa Anda dapat secara sadar memprogram ulang mesin mental yang dalam ini, membentuk realitas Anda dengan pikiran, keyakinan, dan afirmasi.

Saat itu, hal ini merupakan terobosan besar. Orang-orang berpegang teguh pada gagasan ini seperti tali penyelamat, percaya bahwa mengubah dialog batin mereka dapat mengubah seluruh dunia mereka. Dalam banyak hal, mereka benar. Murphy adalah salah satu orang pertama yang mendorong konsep kekuatan pikiran atas materi ke arus utama. Ia menginspirasi munculnya gerakan-gerakan seperti Hukum Tarik Menarik dan bahkan praktik visualisasi modern.

Namun, yang lebih mengejutkan adalah – apa yang diteorikan Murphy pada tahun 1963, kini dibuktikan oleh sains. Terobosan neurosains menyingkap tabir tentang bagaimana pikiran secara fisik membentuk kembali otak, menegaskan bahwa Murphy telah menemukan sesuatu yang besar. Idenya telah berkembang, dianalisis, dan dibangun kembali oleh psikologi modern, ilmu saraf, dan para pemikir mutakhir. Kini, 60 tahun kemudian, kita mengambil cetak biru aslinya dan memperbaruinya dengan ketelitian ilmiah, memberi kita pemahaman yang lebih dalam tentang betapa kuatnya alam bawah sadar sebenarnya.

1. Neurosains Alam Bawah Sadar: Menghubungkan Gagasan Murphy dengan Ilmu Otak Modern

Joseph Murphy memiliki intuisi yang akan membuat para ahli saraf saat ini tercengang: alam bawah sadar Anda seperti operator di belakang panggung, diam-diam mengarahkan pertunjukan sementara Anda berpikir Anda memegang kendali. Kini, beberapa dekade kemudian, ilmu otak mulai mengejar apa yang dikhotbahkan Murphy. Gagasan bahwa pikiran Anda dapat membentuk realitas Anda? Ternyata, itu bukan sekadar mantra yang menyenangkan – itu berakar pada ilmu saraf, khususnya neuroplastisitas otak.

Neuroplastisitas: Fleksibilitas Otak

Murphy mengklaim bahwa dengan mengulang pikiran dan keyakinan, Anda dapat memprogram ulang alam bawah sadar Anda dan mengubah hidup Anda. Sains modern mendukung hal ini dengan neuroplastisitas, kemampuan otak untuk menyusun ulang dirinya sendiri. Setiap pikiran yang Anda pikirkan mengirimkan sinyal listrik melalui jalur saraf Anda. Jika diulang cukup sering, jalur-jalur ini akan menguat, menjadi pola bawaan yang diandalkan otak Anda. Dengan kata lain, otak tidak hanya merekam apa yang terjadi – otak berubah berdasarkan apa yang Anda berikan kepadanya. Susunan saraf otak Anda dapat bergeser, seperti yang dikatakan Murphy, tetapi dibutuhkan pengulangan dan fokus untuk keluar dari lingkaran mental yang telah menjebak Anda.

Jaringan Mode Default: Alam Bawah Sadar Anda dalam Aksi

Jaringan Mode Default (DMN) otak Anda seperti operator senyap yang dibicarakan Murphy. Jaringan ini aktif ketika Anda tidak fokus pada tugas tertentu – ketika pikiran Anda mengembara atau melayang ke pola pikir kebiasaan. DMN bertanggung jawab untuk mengintegrasikan masa lalu, sekarang, dan masa depan Anda – memproses ingatan, keyakinan, dan rasa diri Anda. Jaringan ini berjalan 24/7 di latar belakang, selaras sempurna dengan deskripsi Murphy tentang alam bawah sadar. Jika DMN Anda dipenuhi dengan rasa takut, keraguan, atau negativitas, itulah yang diperkuatnya dalam hidup Anda. Tetapi jika Anda memberinya keyakinan positif, ia mulai membentuk realitas yang berbeda.

Siklus Kebiasaan dan Pengulangan Pikiran

Murphy tahu bahwa kebiasaan adalah raja, dan sekarang sains menunjukkan kepada kita bagaimana caranya. Kebiasaan, baik mental maupun fisik, membentuk lingkaran saraf di otak. Semakin sering Anda mengulanginya, semakin kuat kebiasaan tersebut. Karya Charles Duhigg tentang pembentukan kebiasaan mengungkapkan bagaimana otak Anda mendambakan rutinitas, membuktikan bahwa fokus Murphy pada afirmasi dan pemikiran positif yang konsisten memanfaatkan pengkabelan alami otak. Anda benar-benar memprogram ulang diri Anda sendiri, satu pikiran pada satu waktu.

Insting Murphy bukan hanya tepat sasaran – tetapi juga jauh melampaui zamannya.

2. Afirmasi dan Visualisasi: Dari Murphy hingga Teknik Psikologis Modern

Joseph Murphy membangun kerajaannya berdasarkan dua gagasan utama: afirmasi dan visualisasi. Ia menyuruh orang untuk mengulang pernyataan positif dan membayangkan tujuan mereka seolah-olah sudah tercapai. Bagi banyak orang di tahun 1960-an, ini tampak seperti angan-angan yang disamarkan sebagai filsafat. Tetapi hari ini, psikologi dan ilmu saraf menunjukkan kepada kita bahwa Murphy tidak hanya mengarang cerita – praktik-praktik ini berhasil karena didasarkan pada cara kerja otak yang sebenarnya.

Afirmasi: Mengubah Pola Pikir

Pendekatan Murphy terhadap afirmasi sederhana: terus ulangi apa yang Anda inginkan, dan alam bawah sadar Anda akhirnya akan mempercayainya. Sekarang, kita tahu bahwa ini memanfaatkan mekanisme otak yang disebut restrukturisasi kognitif, bagian penting dari Terapi Perilaku Kognitif (CBT). Dalam CBT, terapis menggunakan latihan berpikir terstruktur untuk menantang dan mengganti keyakinan negatif dengan keyakinan positif. Tujuannya sama dengan pendekatan Murphy: dengan sengaja memberi makan otak Anda dengan pikiran yang lebih baik, Anda membentuk kembali lanskap mental Anda.

Pengulangan afirmasi mengubah jalur saraf otak melalui plastisitas sinaptik – kemampuan otak untuk memperkuat koneksi tertentu sambil melemahkan koneksi lainnya. Semakin sering Anda mengulang afirmasi positif, semakin dominan sirkuit saraf ini, sehingga menyingkirkan pola pikir negatif.

Visualisasi: Mekanisme Latihan Otak

Murphy tidak hanya menyuruh orang untuk berpikir positif – dia ingin mereka melihatnya. Dia sangat menekankan visualisasi, dan sekarang kita tahu mengapa itu berhasil. Studi dalam psikologi kinerja menunjukkan bahwa ketika Anda membayangkan diri Anda berhasil secara jelas, otak Anda bereaksi seolah-olah itu nyata. Sirkuit saraf yang sama yang aktif ketika Anda melakukan suatu tindakan juga aktif ketika Anda melatihnya secara mental. Dr. Tara Swart, seorang ahli saraf, menegaskan bahwa visualisasi mempersiapkan otak Anda untuk mengambil tindakan yang diperlukan untuk mewujudkan masa depan yang dibayangkan itu.

Para atlet sering menggunakan teknik ini – memvisualisasikan penampilan sempurna sebelum melangkah ke lapangan. Tetapi ini bukan hanya untuk olahraga. Visualisasi memberi alam bawah sadar Anda peta jalan, memperkuat jalur yang mengarah pada kesuksesan. Murphy tidak memiliki pemindaian fMRI untuk membuktikannya, tetapi dia tahu bahwa pikiran Anda tidak dapat membedakan antara apa yang nyata dan apa yang dibayangkan secara jelas. Dan itulah cara Anda membuat mimpi menjadi nyata.

3. Hukum Tarik Menarik: Warisan Murphy dan Padanannya di Zaman Modern

Joseph Murphy tidak menciptakan Hukum Tarik Menarik, tetapi ia menanam benihnya. Ide dasarnya adalah bahwa pikiran Anda menciptakan realitas Anda – apa yang Anda pikirkan, itulah yang Anda wujudkan. Terdengar familiar? Itu karena karya Murphy meletakkan dasar bagi ledakan Hukum Tarik Menarik di dunia pengembangan diri modern, terutama dengan buku-buku terlaris seperti "The Secret" karya Rhonda Byrne. Tetapi meskipun pandangan Byrne tentang Hukum Tarik Menarik menjadi psikologi populer arus utama, itu sebenarnya versi yang disederhanakan dan lebih menarik dari apa yang dimulai Murphy.

Pandangan Orisinal Murphy: Pikiran Menjadi Kenyataan

Murphy berpendapat bahwa pikiran bawah sadar Anda seperti sebuah taman. Tanam benih keraguan, ketakutan, dan negativitas, dan itulah yang akan tumbuh dalam hidup Anda. Tetapi jika Anda menanam benih kepercayaan diri, kesuksesan, dan positivitas, pikiran bawah sadar Anda akan bekerja, membentuk dunia di sekitar Anda agar sesuai dengan pikiran Anda. Ia melihat pikiran bawah sadar sebagai mesin yang tidak peduli apa yang diciptakannya – ia hanya mengikuti perintah. Hukum Tarik Menarik bekerja dengan cara yang sama, dengan satu elemen penting: keyakinan. Anda tidak bisa hanya mengatakannya – Anda harus percaya bahwa itu sudah menjadi milik Anda, dan pikiran bawah sadar Anda akan mewujudkannya.

Interpretasi Zaman Modern: Lebih dari Sekadar Berpikir Positif

Saat ini, Hukum Tarik Menarik ada di mana-mana, tetapi seringkali disederhanakan menjadi afirmasi yang menyenangkan tanpa tindakan nyata di baliknya. Namun, pendekatan modern sedang berkembang. Psikolog seperti Carol Dweck (“Mindset”) dan pelatih kinerja menekankan bahwa pikiran saja tidak cukup – Anda membutuhkan pola pikir pertumbuhan dan tindakan nyata yang konkret. Berpikir positif membuka pintu, tetapi usaha yang konsistenlah yang akan membimbing Anda melewatinya. Anda tidak hanya duduk santai dan menunggu alam semesta memberikan apa yang Anda inginkan.

Joseph Murphy tidak menciptakan Hukum Tarik Menarik, tetapi ia menanam benihnya. Ide dasarnya adalah bahwa pikiran Anda menciptakan realitas Anda – apa yang Anda pikirkan, itulah yang Anda wujudkan. Terdengar familiar? Itu karena karya Murphy meletakkan dasar bagi ledakan Hukum Tarik Menarik di dunia pengembangan diri modern, terutama dengan buku-buku terlaris seperti "The Secret" karya Rhonda Byrne. Tetapi meskipun pandangan Byrne tentang Hukum Tarik Menarik menjadi psikologi populer arus utama, itu sebenarnya versi yang disederhanakan dan lebih menarik dari apa yang dimulai Murphy.

Pandangan Orisinal Murphy: Pikiran Menjadi Kenyataan

Murphy berpendapat bahwa pikiran bawah sadar Anda seperti sebuah taman. Tanam benih keraguan, ketakutan, dan negativitas, dan itulah yang akan tumbuh dalam hidup Anda. Tetapi jika Anda menanam benih kepercayaan diri, kesuksesan, dan positivitas, pikiran bawah sadar Anda akan bekerja, membentuk dunia di sekitar Anda agar sesuai dengan pikiran Anda. Ia melihat pikiran bawah sadar sebagai mesin yang tidak peduli apa yang diciptakannya – ia hanya mengikuti perintah. Hukum Tarik Menarik bekerja dengan cara yang sama, dengan satu elemen penting: keyakinan. Anda tidak bisa hanya mengatakannya – Anda harus percaya bahwa itu sudah menjadi milik Anda, dan pikiran bawah sadar Anda akan mewujudkannya.

Interpretasi Zaman Modern: Lebih dari Sekadar Berpikir Positif

Saat ini, Hukum Tarik Menarik ada di mana-mana, tetapi seringkali disederhanakan menjadi afirmasi yang menyenangkan tanpa tindakan nyata di baliknya. Namun, pendekatan modern sedang berkembang. Psikolog seperti Carol Dweck (“Mindset”) dan pelatih kinerja menekankan bahwa pikiran saja tidak cukup – Anda membutuhkan pola pikir pertumbuhan dan tindakan nyata yang konkret. Berpikir positif membuka pintu, tetapi usaha yang konsistenlah yang akan membimbing Anda melewatinya. Anda tidak hanya duduk santai dan menunggu alam semesta memberikan apa yang Anda inginkan.

Pemrograman Neuro-Linguistik (NLP): Mengembangkannya Lebih Jauh

Tokoh-tokoh seperti Tony Robbins telah mengembangkan ide-ide Murphy melalui NLP, yang menggabungkan afirmasi dengan kekuatan bahasa untuk mengubah pola pikir bawah sadar Anda. NLP menggali lebih dalam daripada sekadar berpikir positif – ini tentang ketepatan. Anda menciptakan afirmasi spesifik dan dapat ditindaklanjuti serta menggunakan pola bahasa yang langsung memengaruhi otak Anda seperti perintah langsung, memaksa alam bawah sadar Anda untuk selaras dengan tujuan Anda. Ini adalah Murphy 2.0 – diperbarui untuk dunia yang membutuhkan lebih dari sekadar optimisme yang samar.

4. Peran Emosi dan Tubuh dalam Pemrograman Bawah Sadar

Joseph Murphy tahu bahwa pikiran Anda mengendalikan realitas Anda, tetapi dia tidak sepenuhnya mengeksplorasi seberapa dalam emosi dan tubuh terkait dengan pemrograman bawah sadar tersebut. Dia berbicara tentang mengendalikan emosi untuk menjaga agar alam bawah sadar Anda tetap pada jalurnya, tetapi sains modern membawa hal ini lebih jauh. Sekarang, kita tahu bahwa pikiran bawah sadar Anda tidak hanya berada di kepala Anda – ia juga terhubung erat dengan tubuh Anda dan emosi yang tersimpan di dalamnya.

Praktik Somatik: Tempat Bersemayamnya Emosi

Penelitian trauma modern, seperti yang dilakukan oleh Bessel van der Kolk ("Tubuh Menyimpan Jejak"), menunjukkan bahwa emosi bukanlah sekadar pikiran yang cepat berlalu. Emosi bersifat fisik. Trauma, stres, dan pola emosional yang mendalam tersimpan di dalam tubuh, membentuk cara alam bawah sadar bereaksi. Jika Anda memiliki rasa takut, malu, atau marah yang belum terselesaikan yang terperangkap di otot dan sistem saraf Anda, alam bawah sadar Anda menganggapnya sebagai sinyal untuk membuat Anda tetap terkunci dalam mode bertahan hidup – terus-menerus menjalankan pola-pola lama yang berbasis rasa takut, tidak peduli seberapa banyak pemikiran positif yang Anda berikan.

Di sinilah praktik somatik berperan – metode seperti EFT tapping atau EMDR (Eye Movement Desensitization and Reprocessing). Teknik-teknik ini berfokus pada pelepasan hambatan emosional dari tubuh, yang membebaskan alam bawah sadar untuk mengadopsi pola pikir yang lebih sehat. Murphy pasti akan menghargai gagasan ini – bebaskan tubuh, dan pikiran akan mengikutinya.

Teori Polivagal: Memahami Sistem Saraf

Terobosan modern lainnya adalah Teori Polivagal, yang dikembangkan oleh Dr. Stephen Porges. Teori ini menunjukkan bagaimana sistem saraf Anda terus-menerus memindai ancaman, seringkali menempatkan Anda dalam keadaan bawah sadar "lawan atau lari" – bahkan ketika Anda aman. Saraf vagus, yang menghubungkan otak ke tubuh, memainkan peran besar dalam mengatur emosi. Ketika diaktifkan dengan benar, saraf ini dapat menenangkan ketakutan bawah sadar Anda, memungkinkan Anda untuk berpikir dan bertindak dari tempat yang aman daripada kecemasan.

Sederhananya? Tubuh dan alam bawah sadar Anda berbicara dalam bahasa yang sama. Untuk memprogram ulang alam bawah sadar, Anda perlu bekerja dengan keduanya. Ini adalah sesuatu yang pernah disentuh oleh Murphy, tetapi sains modern memungkinkan kita untuk melihat betapa benar-benar terhubungnya tubuh dan alam bawah sadar Anda. Jika Anda tidak mengatasi apa yang terperangkap di dalam tubuh Anda, alam bawah sadar Anda akan terus memberikan masalah lama yang sama kepada Anda.

5. Penulis Modern yang Mengembangkan Gagasan Inti Murphy

Joseph Murphy meletakkan dasar bagi revolusi alam bawah sadar, tetapi para penulis modern telah mengambil ide-idenya dan memperkuatnya dengan penelitian baru, sains, dan pemahaman yang lebih dalam tentang bagaimana hubungan pikiran-tubuh benar-benar bekerja. Sementara Murphy berfokus pada alam bawah sadar sebagai alat yang ampuh untuk mewujudkan keinginan, para pemikir masa kini mendorong batas-batas pengetahuan kita tentang kepercayaan, pikiran, dan potensi otak.

Dr. Joe Dispenza: Memprogram Ulang Otak Anda untuk Realitas Baru

Salah satu nama besar di bidang ini saat ini adalah Dr. Joe Dispenza, yang bukunya "Breaking the Habit of Being Yourself" dibangun langsung berdasarkan prinsip-prinsip Murphy. Dispenza mengambil konsep pemrograman ulang bawah sadar dan mendukungnya dengan ilmu saraf. Karyanya berfokus pada keadaan gelombang otak – seperti theta, yaitu keadaan otak Anda ketika Anda sangat mudah dipengaruhi, mirip dengan pikiran bawah sadar yang dibicarakan Murphy. Dispenza menambahkan lapisan fisika kuantum, mengklaim bahwa pikiran Anda tidak hanya memengaruhi otak Anda tetapi juga medan kuantum di sekitar Anda, di mana kemungkinan ada sebelum menjadi nyata. Anda tidak hanya menyusun ulang pikiran Anda – Anda memprogram ulang struktur realitas itu sendiri.

Bruce Lipton: Biologi Kepercayaan

Jika Murphy melihat kepercayaan sebagai kunci untuk memengaruhi alam bawah sadar Anda, Bruce Lipton melangkah lebih jauh. Dalam "The Biology of Belief", Lipton mengeksplorasi bagaimana kepercayaan Anda tidak hanya mengubah pikiran Anda – tetapi juga dapat mengubah sel-sel Anda. Karya Lipton di bidang epigenetika menunjukkan bahwa lingkungan tempat sel-sel Anda hidup – termasuk kepercayaan yang Anda pegang – memengaruhi ekspresi gen. Jadi, pikiran Anda tidak hanya memengaruhi dunia luar Anda, tetapi juga membentuk kembali biologi Anda sendiri. Alam bawah sadar Murphy kini memiliki pengaruh dalam DNA Anda, berkat karya inovatif Lipton.

James Clear: Kebiasaan Atom dan Pengkondisian Bawah Sadar

James Clear, dalam bukunya “Atomic Habits”, mengembangkan penekanan Murphy pada pengulangan, dengan berargumen bahwa kebiasaan adalah skrip bawah sadar yang mengatur hidup Anda. Clear menunjukkan bahwa perubahan kecil dan konsisten – yang mungkin disebut Murphy sebagai afirmasi harian – dapat berakumulasi dari waktu ke waktu untuk menghasilkan hasil yang luar biasa. Idenya adalah bahwa melalui upaya sadar, Anda dapat memprogram ulang perilaku otomatis Anda, yang tertanam kuat dalam alam bawah sadar Anda.

Murphy mungkin telah memulai percakapan ini, tetapi para pemikir modern mengubah percikan itu menjadi api yang berkobar, menggunakan sains untuk menunjukkan seberapa luas jangkauan pikiran bawah sadar Anda sebenarnya.

6. Kritik dan Keterbatasan Pendekatan Murphy dalam Konteks Modern

Gagasan Joseph Murphy jauh melampaui zamannya, tetapi seperti teori besar lainnya, gagasan tersebut memiliki titik buta. Di dunia neurosains dan psikologi saat ini, beberapa konsep Murphy, meskipun ampuh, tampak terlalu disederhanakan. Para pemikir modern berpendapat bahwa meskipun berpikir positif dan pemrograman ulang bawah sadar itu penting, hal tersebut tidak memberikan gambaran lengkap.

Bahaya Penyederhanaan Berlebihan

Murphy sangat menekankan afirmasi dan visualisasi – tanam benih yang tepat di alam bawah sadar Anda, dan hidup Anda akan berubah. Tetapi masalahnya adalah: itu tidak semudah itu. Para kritikus berpendapat bahwa Murphy meremehkan kompleksitas transformasi nyata. Anda tidak bisa hanya berpikir untuk keluar dari trauma, hutang, atau hubungan beracun hanya dengan afirmasi. Tantangan hidup seringkali membutuhkan lebih dari sekadar mengubah pola pikir Anda – tantangan tersebut menuntut tindakan nyata, terapi, dan terkadang menggali beban emosional yang tersimpan jauh di dalam tubuh Anda.

Positivitas Beracun: Sisi Gelap dari Positivitas yang Konstan

Batasan lainnya adalah apa yang disebut psikolog modern sebagai positivitas beracun. Murphy menganjurkan untuk mempertahankan pola pikir positif, yang terdengar bagus secara teori. Tetapi hidup tidak selalu indah dan menyenangkan, dan terus-menerus memaksakan pikiran positif dapat menjadi masalah. Mengabaikan atau menekan emosi negatif justru dapat menjadi bumerang, menyebabkan represi emosional. Studi menunjukkan bahwa perasaan negatif yang tidak terselesaikan dapat menumpuk, menyebabkan stres mental dan fisik. Ini bukan hanya tentang mengatakan pada diri sendiri "Saya kaya" ketika Anda tenggelam dalam hutang – ini tentang menghadapi emosi sebenarnya di balik stres finansial Anda dan mengambil langkah-langkah praktis untuk mengubahnya.

Integrasi Perilaku: Pikiran Saja Tidak Cukup

Terakhir, pendekatan Murphy sangat berfokus pada keyakinan, tetapi para ahli saat ini tahu bahwa keyakinan saja tidak cukup. Orang-orang seperti Carol Dweck, dengan karyanya tentang pola pikir pertumbuhan, menekankan bahwa pikiran perlu dipadukan dengan upaya yang konsisten. Jika Anda tidak mengambil tindakan untuk mendukung afirmasi Anda, Anda terjebak dalam lingkaran angan-angan. Pikiran saja mungkin dapat menghidupkan mesin, tetapi tindakanlah yang membuat mobil terus bergerak.

Singkatnya, Murphy memberi kita alat yang ampuh, tetapi itu bukan satu-satunya alat. Keajaiban sesungguhnya terjadi ketika Anda menggabungkan ide-idenya dengan kerja emosional, tindakan praktis, dan kemauan untuk menerima bagian-bagian kehidupan yang berantakan dan tidak nyaman yang tidak dapat disingkirkan begitu saja oleh pemikiran positif.

Kesimpulan: Pengaruh Abadi Murphy dan Evolusi Kekuatan Bawah Sadar

Buku Joseph Murphy, “The Power of Your Subconscious Mind,” merupakan sebuah terobosan besar, dan 60 tahun kemudian, ide-ide intinya masih relevan. Ia menyentuh sesuatu yang mendasar: pemahaman bahwa alam bawah sadar adalah mesin penggerak kehidupan Anda. Namun, saat ini kita lebih memahami – tentang otak, tubuh, dan ilmu di balik bagaimana pikiran membentuk realitas. Visi Murphy, yang dulunya berakar pada keyakinan dan pengulangan, telah berkembang melalui ilmu saraf dan psikologi modern menjadi pemahaman yang lebih bernuansa tentang cara kerja pikiran.

Para ahli saraf kini memetakan bagaimana pikiran secara fisik mengubah susunan otak, sementara penulis modern seperti Dr. Joe Dispenza dan Bruce Lipton mendorong ide-ide Murphy ke tingkat yang lebih tinggi, menggabungkannya dengan konsep-konsep seperti epigenetika dan mekanika kuantum. Namun, tidak dapat disangkal kesederhanaan dan kecemerlangan yang dibawa Murphy: kendalikan pikiran Anda, dan Anda mengendalikan hidup Anda.

Namun, intinya adalah – metode Murphy, meskipun ampuh, hanyalah permulaan. Para pemikir masa kini mengingatkan kita bahwa pikiran membutuhkan tindakan, dan afirmasi positif membutuhkan ruang untuk emosi yang nyata. Kekuatan alam bawah sadar itu nyata, tetapi bukan keseluruhan cerita.

Pada akhirnya, Murphy yang menyulut api, tetapi evolusi berkelanjutan dari ide-idenya itulah yang membuat api tetap menyala. Pikiran bawah sadar masih merupakan alat terhebat yang kita miliki – sekarang kita hanya tahu bagaimana menggunakannya dengan lebih baik.

Sumber tulisan: https://medium.com/@babunow99/60-years-on-joseph-murphys-the-power-of-your-subconscious-mind-and-its-evolution-through-b60850c6d34c

 

No comments:

Post a Comment

Pengunjung yang baik meninggalkan jejak disini :